{"id":1221,"date":"2019-02-04T10:03:23","date_gmt":"2019-02-04T03:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/smkdp1jkt.sch.id\/?p=1221"},"modified":"2019-02-04T10:03:25","modified_gmt":"2019-02-04T03:03:25","slug":"smk-wajib-kuasai-bahasa-asing-dan-teknologi-hadapi-revolusi-industri-4-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/smk-wajib-kuasai-bahasa-asing-dan-teknologi-hadapi-revolusi-industri-4-0\/","title":{"rendered":"SMK Wajib Kuasai Bahasa Asing dan Teknologi, Hadapi Revolusi Industri 4.0"},"content":{"rendered":"\n<p>Memasuki era Revolusi Industi 4.0 yang ditandai dengan ditandai dengan\nperpaduan teknologi yang mengaburkan garis antara bidang fisik, digital, dan\nbiologis atau dikenal dengan istilah internet of things, Presiden Indonesia\nJoko Widodo meluncurkan \u201c<em>Making Indonesia 4.0<\/em>\u201d, sebuah peta jalan yang\nterintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi lainnya adalah diterbitkannya Inpres no 9 tahun 2016 tentang\nRevitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas\ndan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kondisi ini pun mau tidak\nmau membuat Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) harus bebenah.<\/p>\n\n\n\n<p>Inpres tersebut dikeluarkan pada tanggal 9 September 2016 di Jakarta dan\nditujukan kepada 12 Menteri Kabinet Kerja (termasuk Menteri Pendidikan dan\nKebudayaan), 34 Gubernur, dan Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).\nPerihal Gubernur, salah satu tugasmya adalah membuat peta jalan provinsi.\nDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi yang sudah\nmembuat peta jalan revitalisasi SMK.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prof. Buchory, Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY, ada beberapa langkah\nyang perlu dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dan\nsekolah kejuruan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDinas dan sekolah harus meningkatkan kerja sama dengan dunia industri baik\ndalam proses penyusunan kurikukum maupun dalam praktik industri,\u201d ucap Buchory,\nSelasa (29\/1\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, menurut Buchory, agar siswa SMK mampu\nbersaing, SMK dengan bidang keahlian apa pun perlu diberi kemahiran dalam\nbahasa asing dan penguasaan informasi teknologi. Terlebih pembangunan New\nYogyakarta International Airport (NYIA) akan segera selesai. Kondisi ini harus\ndijadikan pacuan agar SMK di DIY segera berbenah sebab akan banyak tenaga kerja\nyang dibutuhkan, khususnya dari lulusan SMK.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Seksi SMK Bidang Pendidikan Menengah, Disdikpora DIY, Heru Santosa\nmengungkapkan kurikulum SMK mengacu pada perkembangan teknologi terkini. \u201cKami\nberusaha mengikuti tuntutan dunia industri, biasanya per sekolah punya mitra\nindustri masing-masing,\u201d ucap Heru.<\/p>\n\n\n\n<p>Perihal standar SMK, Buchroy yang juga merupakan Guru Besar Program Pascasarjana\nUniversitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengungkapkan jika SMK di DIY sudah memenuhi\nstandar nasional pendidikan dan terakreditasi A semestinya sudah mampu\nbersaing.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, salah satu kendala pengembangan SMK di DIY antara lain para\nlulusan mengalami kendala budaya. Para lulusan SMK di DIY kebanyakan tidak\nbersedia menerima tawaran kerja di daerah lain karena mbok-mbokan atau enggak\nmau pisah dengan orang tua. Buchory mengungkapkan agar siswa tetap tertarik\nmasuk SMK bisa dilakukan dengan pemberian beasiswa, keterampilan yang sesuai\ndengan kebutuhan kerja dan ketersediaan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : https:\/\/psmk.kemdikbud.go.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki era Revolusi Industi 4.0 yang ditandai dengan ditandai dengan perpaduan teknologi yang mengaburkan garis antara bidang fisik, digital, dan biologis atau dikenal dengan istilah internet of things, Presiden Indonesia Joko Widodo meluncurkan \u201cMaking Indonesia 4.0\u201d, sebuah peta jalan yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi. Strategi lainnya adalah diterbitkannya Inpres no 9 tahun 2016 tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1222,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1221"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1223,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions\/1223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkdp1jkt.net\/smkdp1jkt-home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}